oleh

5 Tips Supaya Gak Ikutan Sebar HOAX, Bahaya!

Maraknya berita tidak benar atau hoax saat ini sedang menjadi trend yang beredar di dunia maya. Tidak banyak orang yang memahami tentang berita palsu dan langsung saja percaya bgitu saja dengan informasi hoax yang disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab.

Sebagai orang awam mungkin saja akan mudah terpengaruh dengan berita hoax tanpa melakukan cek ricek terlebih dahulu ikutan menyebar berita yang belum tentu kebenarannya. Untuk mencegah hal ini BicaraDigital ingin membagikan beberapa tips supaya kita terhindar dari menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.

1. Cek Kejanggalan Informasi

Sebelum Anda ikut menyebarkan suatu berita atau informasi sebaikanya Anda mengecek terlebih dulu apakah berita yang Anda temukan dan baca ada kejanggalan. Salah satu ciri dari informasi atau berita hoax adalah menggunakan bahasa yang provokatif dan memanfaatkan isu yang sedang tren. Teliti terlebih dulu dalam membaca informasi atau berita sebelum Anda menyebarkan ke orang lain. Hal ini juga untuk menjaga diri Anda sendiri dan orang lain, jangan sampai ketika Anda menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya, Anda dicap sebagai pembohong dan lebih parahnya lagi Anda dilaporkan kepihak berwajib dengan tuntutan penyebar hoax dan terancam kurungan penjara. Sudah banyak kasus hoax yang berujung bui.

Ada baiknya cek terlebih kesesuaian antara judul dan isi beritanya. Jadi jangan hanya membaca sebatas judul, tapi tidak membaca isinya dan langsung menyimpulkan isinya. Pembuat berita hoax kadang sengaja membuat judul yang provokatif dan fenomenal tapi isinya bertolak belakang dengan judul.

2. Pastikan Sumber Berita

Anda sebaiknya harus memastikan sumber berita yang Anda dibaca. Jangan asal membaca informasi atau berita tanpa tahu darimana sumber data itu berasal, pastikan sumber berita yang Anda baca telah diverifikasi oleh Dewan Pers, maka berita itu dapat lebih dipercaya.

Jika Anda membaca berita yang bersumber dari media online yang belum terverifikasi Dewan Pers, kemungkinan besar berita itu berisi hoax dan isinya dimanipulasi sesuai keinginan penyebar hoax.

Untuk itu Anda juga harus jeli dengan mengecek tanggal terbit berita untuk memastikan berita itu valid atau hoax. Kemudian Anda bisa mencocokan berita yang Anda dapat dengan beberapa sumber media berita lainnya baik itu online maupun offline.

3. Cek Data Pendukung

Jika dalam suatu berita menuduh atau mencci maki seseorang tanpa adanya pendukung pasti maka bisa dipastikan berita itu hoax. Untuk itu cek lebih dulu ketersediaan data pendukung sebelum Anda ikutan menuduh atau mencaci maki seseorang yang belum tentu kebenarannya.

Lihat juga kredibilitas penulis berita dengan cara menelusuri kredibilitas penulis berita, mengecek riwayat penulis berita. Dengan melihat kredibilitas penulis berita, Anda bisa tahu bagaimana akan bersikap terhadap tulisan yang dibuatnya apakah itu hoax atau tidak Anda akan tahu.  Jika yang menulis berita itu adalaha seorang publik figur yang terkenal dan mempunyai kredibilitas yang tinggi, misalnya saja Najwa Shihab, maka Anda tidak perlu ragu akan informasi yang disebarkannya.

4. Netralitas Berita

Netralitas suatu berita juga terkadang mempengaruhi penulisan berita. Jadi, Anda juga harus melihat kemana arah penulisan berita tersebut. Apakah berat sebelah atau tidak? Berita hoax juga terkadang dimulai karena adanya ketidak senangan seorang penulis terhadap suatu pihak, maka menulis berita atau informasi yang tidak benar dan menyebarkannya keorang lain maka itu juga bisa menjadi hoax.

5. Klarifikasi Ulang

Langkah terakhir sebelum Anda menyebarkan suatu berita atau informasi adalah cek and ricek atau bisa disebut klarifiaksi ulang berita tersebut kepada beberapa pihak terkait berdasarkan berita ada. Dengan meminta klarifikasi kebenaran berita maka Anda terhindar dari menyebarkan berita yang tidak benar atau hoax. Perlu Anda ketahui bahwa saat ini UUD ITE sudah diterapkan di Indonesia, maka ketika Anda ikut atau menyebarkan hoax maka Anda bisa dikenai Pasal 27 Ayat 3 UU ITE No. 11 tahun 2008  dengan ancaman enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Ok, itu saja beberapa tips supaya Anda terhindar dari menyebarkan berita hoax baik itu melalui online maupun offline, selalu berhati-hati dan waspada terhadap hoax ya. Salam Damai!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed