oleh

Pendiri WhatsApp pernah ditolak saat melamar kerja di Facebook

Hai, Sobat Bicara Digital! Apakah anda sudah tahu sejarah munculnya WhatApp? Kalau belum berikut ini beberapa fakta menarik tentang kisah dan sejarah munculnya aplikasi WhatsApp.

Sejarah Pendiri WhatsApp

Jan Koum adalah pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga miskin kemudian pindah ke Amerika pada saat usia 16 tahun, namun pada umur 17 tahun nyaris menjadi gelandangan dan mengandalkan uang makan dari pemerintah dan kemudian bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket.

Hidup jan koum kian pahit setelah mengetahui bahwa ibunya didiagnosa kanker dan meninggal, kemudian ia bertahan hidup dengan biaya tunjangan kesehatan. Setelah itu Koum kuliah di San Jose University. Tapi memilih DO, karena suka belajar programming autodidak. Keahlian programmernya inilah yang membuat Jan Koum dapat diterima kerja sebagai engineer di Yahoo! dan bekerja selama 10 tahun.

Di tempat itulah ia berteman akrab dengan Brian Acton yang sama-sama bekerja untuk yahoo, kemudian resign dari Yahoo, keduanya sempat melamar kerja diperusahaan raksasa Facebook namum ditolak oleh Mark Zuckerberg.

Jan koum dan Brian Acton kemudian bekerjasama untuk menciptakan startup WhatsApp Inc yang berlokasi di Santa Clara, California. Ide dari berdirinya aplikasi WhatApp adalah pada saat itu Iphone sedang tenar, Jan koum melihat adanya potensi kontak handphone yang dapat menampilkan status dan memudahkan pengguna.

WhatApp Versi Pertama

Whatsapp versi pertama saat itu hanya bertujuan untuk menampilkan status update dari pengguna. Contoh “Can’t Talk, I’m on meeting” namun potensi Whatsapp sesungguhnya baru kelihatan saat orang-orang mulai sering mengganti status.

Kelebihan WhatApp adalah pengguna dapat menggunakan nomor telepon sebagai ID pengguna yang memudahkan pengguna dapat berkomunikasi secara cepat.

Whatspp mendapat momentum menjadi aplikasi instant messaging paling populer di dunia. Hingga pada tahun 2014 WhatsApp dibeli Facebook senilai USD 19 miliar atau sekitar Rp 282 triliun (USD= Rp 12.108) pada saat itu. Jan Koum resmi menjadi karyawan Facebook, perusahaan raksasa yang pernah menolaknya saat melamar kerja.

Aplikasi chatting WhatApp saat ini banyak digunakan para pengguna Smartphone saat ini yang sebenarnya memiliki fitur seperti pada umumnya, kita dapat melakukan obrolan online, video call, video call conference hingga 4 orang, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain dan fitur-fitur lainnya masih terus dilakukan pengembangan hingga saat ini. Beberapa fitur update WhatApp adalah

Pelanggan WhatApp

WhatApp saaat ini memiliki pelanggan lebih dari 450 juta orang dan 70% di antaranya pengguna aktif dan bertambah 1 juta orang setiap harinya pada tahun 2014. Namun saat ini Aplikasi chatting WhatsApp menunjukkan pertumbuhan signifikan 1,5 miliar pengguna aktif bulanan alias monthly active users (MAU).

Angka ini meningkat 14 persen dibandingkan Juli 2017 lalu yang berjumlah 1,3 miliar. WhatsApp menangani lebih dari 60 miliar pertukaran pesan antar-pengguna di seluruh dunia.

Fitur Story WhatsApp berada di posisi kedua dan Instagram di posisi pertama namun kedua layanan ini dimiliki Facebook. Keputusan Facebook saat mengakuisisi WhatsApp bisa dibilang sebagai pilihan bisnis yang cerdas. Banyak yang menyebut gila tapi dalam kurun waktu tiga tahun, pertumbuhan WhatsApp mencapai empat kali lipat.

Facebook mulai memonetisasi layanan WhatApp dengan merilis “WhatsApp Business” yang berencana menarik iuran dari pebisnis saat bertransaksi, melayani pelanggan, dan menyebarkan informasi broadcast.Pebisnis bisa melihatnya sebagai peluang adanya WhatApp yang sangat berkembang pesat saat ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed