oleh

Teknologi QR Code (Quik respond Kode) atau QR payment Model Pembayaran kekinian

-Teknologi-248 views

Hai…Sobat bicaradigital, dewasa ini kita rasakan perkembangan pemikiran manusia telah melesat jauh lebih maju dari masa ke masa, sehingga kebudayaan yang dihasilkan memiliki kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih maju sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan manusia menciptakannya. Bagi kita yang setiap hari menggunakan smartphone, tentu rasanya sudah tidak asing lagi dengan teknologi QR kode tersebut.

Teknologi QR kode sebenarnya berhubungan erat dengan dunia ritel. Saat itu, pada dekade 1960 an. Jepang mengalami pertumbuhan industri ritel. Supermarket mengalami antrean panjang, berbondong-bondong barang pembeli datang, mengutip laman resmi pengembangan QR kode perlu teknologi untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga mampu memangkas waktu menghitung barang belanjaan. Barcode dinilai kurang cepat, sehingga hadir Quik responde Kode sebagai bagian dari digital payment.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Pengunaan QR kode di indonesia pertama kali oleh surat kabar harian kompas. Kompas pada saat itu memudahkan masyarakat untuk mengakses berita dari smartphone atau sekedar mengirimkan opini di surat kabar. Program bank indonesia sudah menerapkan sistem pembayaran National Payment Gateway telah terasa. BI juga telah menerbitkan aturan QR Code di sistem pembayaran tahun lalu Model pembayaran dimasa yang akan datang sepertinya bergeser dari tunai menjadi non-tunai yang kita rasakan saat ini seperti Go pay dan OVO karena promo yang ditawarkan, sebagai contoh lain yaitu pembayaran di jalan TOL. Apa itu TOL? TOL adalah Tax On location sudah mewajibkan memakai non tunai.

Ketika sistem pembayaran tunai mulai hilang secara transisi teknologi Non tunai, sebagai contoh Supermarket virtual yang ada di jakarta salah satu inovasi e-commerce ternama konsumen ditawarkan cara belanja ritel modern praktis dan inovatif. Model QR kode saat ini menjadi teknologi yang paling pas untuk opsi berbelanja modern.

Adakah dampak dari teknologi ini? Pasti ada.

Dibalik hadirnya teknologi ini ada aspek lain yang kena dampaknya, apa itu? Seperti pekerjaan kasir dan penjaga tol yang akan hilang diganti dengan sistem QR kode. Sistem pembayaran elektronik dengan memindai QR kode nantinya bisa digunakan untuk transaksi di outlet tertentu. Budaya berjalan beriringan bersama teknologi, hal ini dapat kita lihat di kota-kota besar di Indonesia sudah ada yang menerapkan teknolgi QR kode ini. Lalu, apakah ini akan terjadi pada seluruh kota yang ada di Indonesia? Masih menjadi pertanyaan.

Namun, teknologi ini sepertinya tidak begitu saja dapat mengubah sistem pembayaran tunai hanya aspek tertentu saja yang mengalami perubahan tersebut. Kelas orang yang menggunakan masih menengah ke atas itupun karena kemudahan dan praktis yang ditawarkan dari kehadiran teknologi QR Kode ini. Tanpa harus mengeluarkan uang cash di dalam dompet. Dibandingkan membayar dengan cara debit harus nambah biaya admin jika masuk membeli barang di toko ritel.

Hadirnya sistem pembayaran elektronik nampaknya tidak ada biaya admin sedikitpun, inilah mungkin salah satu faktor orang akan move on nantinya. Kemudahan yang didapat customer dalam berbelanja serta praktis untuk digunakan makanya ada beberapa tempat tertentu mulai banyak digunakan.

Dibalik Kumudahan yang kita dapatkan ada kekurangan seperti,

Pertama, Ketersediaan teknologi, masih banyak toko-toko ritel di Indoensia yang belum menyediakan fasilitas tersebut. Dan masih membutuhkan bimbingan serta support dalam memanfaatkan teknologi baru ini

Kedua, Keamanan adalah nomor satu untuk urusan pembayaran karena penyedia fasilitas ini bertanggung jawab penuh terhadap keamanannya. Konsumen bisa lebih yakin apabila ada jaminan keamanan yang baik bagi usernya. Hal inilah yang penting menjadi perhatian bagi developer teknologi tersebut

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed